Fakultas Hukum Janabadra Tancap Gas Siapkan Arah Baru Pendidikan Hukum Berdaya Saing Global
Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta (FH UJB) mulai menata ulang arah pengembangan pendidikannya dengan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Visi dan Misi di Hotel TOP Malioboro, Yogyakarta.
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas tuntutan akreditasi unggul dan kebutuhan dunia kerja hukum. Workshop tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam penyusunan Rencana Strategis Fakultas Hukum Universitas Janabadra 2026-2031 agar pendidikan hukum tetap relevan dan kompetitif di tingkat internasional.
Workshop menghadirkan asesor BAN-PT Prof. Dr. Ade Saptomo, S.H., M.Si., serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Peserta terdiri atas pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan dari institusi penegak hukum dan lembaga layanan publik di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta, Dr. Sudiyana, menegaskan bahwa visi dan misi merupakan fondasi strategis dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi karena menjadi arah pengembangan institusi, fakultas, dan program studi.
“Visi dan misi yang dirumuskan secara partisipatif serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan pemangku kepentingan, dan kebijakan nasional pendidikan tinggi dinilai mampu memperkuat mutu tridarma perguruan tinggi dan daya saing lulusan,” ujarnya.
Seiring dinamika kebijakan pendidikan tinggi, tuntutan akreditasi, serta perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, fakultas dan program studi perlu meninjau dan menyusun kembali visi dan misi agar tetap selaras dengan visi universitas, kebijakan nasional, serta perkembangan global.
Saat ini, Fakultas Hukum Universitas Janabadra memiliki visi menjadi fakultas unggul di bidang pendidikan hukum yang berorientasi global dan berlandaskan nilai kebangsaan, dengan target capaian nasional pada 2030.
Peninjauan visi dan misi tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, serta Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Regulasi tersebut mengamanatkan penyesuaian kurikulum, capaian pembelajaran, dan kompetensi lulusan secara berkala agar tetap kontekstual dan berorientasi masa depan.
Rektor Universitas Janabadra, Dr. Risdiyanto, menyampaikan bahwa visi Fakultas Hukum merupakan turunan langsung dari visi universitas, yakni menjadi universitas kebangsaan yang berkualitas dan kompetitif.
“Berkualitas dimaknai sebagai tercapainya akreditasi unggul pada seluruh tata kelola dan program studi serta pengakuan bertaraf internasional. Adapun kompetitif berarti mampu bersaing melalui inovasi, tata kelola yang akuntabel, dan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Prof. Dr. Ade Saptomo menjelaskan bahwa visi universitas dan fakultas merupakan visi kelembagaan yang harus dirumuskan sesuai karakter dan jati diri institusi.
“Visi tersebut diwujudkan melalui misi kelembagaan yang mencakup pendidikan hukum bermutu, pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan kemitraan untuk meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pemangku kepentingan,” tuturnya.
Workshop yang diikuti sekitar 90 peserta ini diharapkan menghasilkan rumusan visi dan misi Fakultas Hukum Universitas Janabadra yang lebih adaptif terhadap tuntutan akreditasi dan kebutuhan pengguna lulusan.
Melalui proses partisipatif dan terarah, fakultas menargetkan lahirnya lulusan hukum yang kompeten, berdaya saing, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan hukum bagi masyarakat.





