Soedarisman Poerwokoesoemo: Wali Kota Yogyakarta dan Salah Satu Pendiri Universitas Janabadra
Yogyakarta memiliki banyak tokoh yang berjasa dalam perjalanan bangsa Indonesia, salah satunya adalah Soedarisman Poerwokoesoemo. Pada 22 Juli 1947, di tengah situasi genting akibat Agresi Militer Belanda I, Soedarisman resmi diangkat sebagai Wali Kota Haminte-Kota Yogyakarta. Pengangkatannya menjadi peristiwa yang istimewa karena didasarkan pada tiga surat keputusan sekaligus, yakni dari Presiden Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri, dan Sri Sultan Hamengkubuwana IX.
Soedarisman menggantikan R. Moh. Enoch yang saat itu turut mendampingi Presiden Republik Indonesia dalam masa pengungsian akibat kondisi darurat perang. Di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kepemimpinan Soedarisman menjadi kunci untuk memastikan roda pemerintahan Kota Yogyakarta tetap berjalan secara efektif, sekaligus menjaga stabilitas pelayanan kepada masyarakat.
Di balik kiprahnya sebagai pemimpin pemerintahan, Soedarisman Poerwokoesoemo juga memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan. Beliau dikenal sebagai salah satu pendiri Universitas Janabadra, sebuah perguruan tinggi yang lahir dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, berilmu, serta memiliki jiwa kebangsaan.
Bagi Fakultas Hukum Universitas Janabadra, sosok Soedarisman Poerwokoesoemo merupakan teladan yang menggabungkan nilai kepemimpinan, pengabdian kepada negara, dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan tinggi. Warisan perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menegakkan nilai-nilai hukum, keadilan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui peringatan 22 Juli, Fakultas Hukum Universitas Janabadra mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengenang jasa Soedarisman Poerwokoesoemo sebagai pemimpin yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan di masa perjuangan sekaligus salah satu pendiri Universitas Janabadra yang meletakkan fondasi bagi berkembangnya pendidikan tinggi di Yogyakarta. Semangat pengabdian dan dedikasi beliau diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun bangsa melalui pendidikan, hukum, dan pelayanan kepada masyarakat.



