Sikapi Klitih dan Mental “Generasi Stroberi”, Sarasehan Kebangsaan UJB-Forpimawa DIY Gugah Jiwa Nasionalisme
Fenomena kekerasan jalanan atau klitih yang kembali marak serta rapuhnya kesehatan mental (mental health) sebagian generasi muda di Yogyakarta menjadi sorotan tajam dalam Sarasehan Kebangsaan bertema “Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan di Kalangan Generasi Muda” di Auditorium KPH Poerwokoesoemo Kampus Pusat Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta, Rabu (20/5/2026).
Rektor Universitas Janabadra, Dr Risdiyanto ST MT, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi kebangsaan saat ini, khususnya di Yogyakarta, di mana peristiwa klitih kembali terjadi dan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi semua pihak. Rektor juga menyoroti dilema generasi digital yang tampak bagus di luar tetapi rapuh di dalam, sehingga kerap dijuluki generasi stroberi.
Rektor mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menghidupkan kembali tradisi saling merangkul dan berdiskusi demi menguatkan semangat persatuan nasional yang telah dirintis sejak berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908. “Kalau kita ada persoalan, kita punya teman, kalau kita punya masalah, kita bisa berbagi, dan kalau kita menghadapi problem kehidupan, kita bisa ngudarasa, orang Jawa bilang begitu,” ajak Rektor.
Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Dr Hari Kusuma Satria Negara SE MAcc Ak CPA (dari UPN Yogyakarta dan Alumni Lemhannas 218) yang membawakan materi berjudul “Peran Generasi Muda sebagai Penjaga Stabilitas Nasional dan Sosial”.
Narasumber kedua adalah Rr Yudiswara Ayu Permatasari MPhil (dari ISI Yogyakarta dan Alumni Lemhannas 218) dengan materi berjudul ‘Jadi Indonesia di Tengah Budaya Global: Peran Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa’. Jalannya diskusi dipandu oleh Della Nanda Luthfiana SM MBA (dari UJB dan Alumni Lemhannas 218) selaku moderator.
Ketua Panitia Sarasehan Kebangsaan sekaligus Wakil Rektor III UJB, Sunarya Raharja SH MHum, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara UJB dan Forum Pimpinan Bidang Kemahasiswaan (Forpimawa) DIY.
Kegiatan diikuti ratusan peserta meliputi mahasiswa UJB, mahasiswa perguruan tinggi se-DIY serta siswa SMA/SMK dan guru pendamping se-DIY. “Kegiatan ini sengaja digelar untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme dan patriotisme di dalam kalbu para mahasiswa serta pelajar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forpimawa DIY, Dr Gatot Sugiharto SH MM memberikan apresiasi tinggi kepada UJB. Ia mengingatkan bahwa para pelajar dan mahasiswa merupakan miniatur bangunan bangsa yang akan memegang tampuk pemerintahan dalam 20 hingga 30 tahun ke depan melalui pengamalan nyata nilai-nilai Pancasila.
Arah strategis juga disampaikan oleh Kepala LLDikti Wilayah V, Prof Setyabudi Indartono PhD yang mendorong kampus dan sekolah di DIY untuk mereplikasi agenda Bela Negara. “Langkah ini penting demi menyongsong Indonesia Emas 2045 sekaligus menjadikan Yogyakarta sebagai barometer karakter bangsa,” katanya.




