Wisuda Sarjana dan PascaSarjana Periode Agustus 2026 Universitas Janabadra

Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar upacara wisuda periode Agustus 2026 di Auditorium KPH Poerwokoesoemo, Sabtu (29/8/2026). Di tengah momentum kebahagiaan para lulusan, acara ini diwarnai sorotan terhadap dinamika pasar kerja nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi lulusan perguruan tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia yang berhasil meraih pendidikan diploma dan sarjana masih berada pada kisaran 6,2 hingga 6,8 persen dari total populasi nasional. Artinya, dari setiap 100 penduduk Indonesia, hanya sekitar 6 hingga 7 orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi hingga jenjang diploma maupun sarjana.

Namun, gelar pendidikan tinggi tidak serta-merta menjadi jaminan seseorang terbebas dari tantangan memasuki dunia kerja. Kondisi tersebut tercermin dari perkembangan angka pengangguran nasional. Meskipun jumlah pengangguran secara nasional pada periode Februari 2025 hingga Februari 2026 mengalami penurunan dari 7.278.307 orang menjadi 7.243.605 orang, jumlah pengangguran terdidik dari lulusan jenjang D4, S1, S2, dan S3 justru mengalami peningkatan dari 1.010.652 orang menjadi 1.033.737 orang.

Rektor Universitas Janabadra, Dr. Risdiyanto, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih luas. Mengutip pesan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memiliki satu kompetensi.

​Guna menghadapi pesatnya kemajuan era kecerdasan buatan, Dr. Risdiyanto, S.T., M.T mengimbau para alumni agar senantiasa melakukan pembaruan keahlian secara mandiri dan adaptif.

​”Teruslah mengupdate ilmu pengetahuan dan ketrampilan, khususnya yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang saudara inginkan atau geluti selama ini. Senantiasa ikuti perkembangan teknologi terutama teknologi informasi seperti pemanfaatan aplikasi berbasis AI, kemampuan presentasi dengan memakai teknologi audio visual, kecakapan dalam menggunakan media sosial, serta kemampuan berbahasa asing,” imbuh Risdiyanto.

​Perspektif mendalam mengenai peran alumni di masyarakat juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra, Drs. Surjadiman, M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai etika dan integritas moral di tengah krisis kebangsaan.

​”Wisuda bukanlah purna tugas untuk berhenti belajar, namun sebaliknya, ilmu yang telah didapatkan di kampus akan dilanjutkan dan digunakan untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan. Setelah terjun ke masyarakat harus menjadi pelopor untuk melanjutkan revolusi mental dengan cara selalu memegang integritas. Salah satu tantangan bangsa saat ini adalah menurunnya ketaatan terhadap norma yang kita yakini benar, akibat dari krisis tersebut tidak jarang kita tidak sadar melanggar etika yang sebenarnya etika itu lebih tinggi dari hukum formal,” tegas Surjadiman.

​Pada periode wisuda Agustus 2026 ini, Universitas Janabadra resmi meluluskan sebanyak 274 orang yang terdiri atas 229 lulusan program Sarjana (S1) dan 45 lulusan program Magister (S2). Rincian lulusan mencakup Sarjana Hukum sebanyak 52 orang, Magister Hukum 19 orang, Sarjana Ekonomi 61 orang, Magister Ekonomi 9 orang, Sarjana Teknik 94 orang, Magister Teknik Sipil 17 orang, serta Sarjana Pertanian 22 orang.

​Predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada wisuda kali ini diraih oleh Elfira Hakim, S.H., M.H. dari Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum angkatan tahun 2024. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 101 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.

Fakultas Hukum Universitas Janabadra mengajak seluruh mahasiswa untuk terus mempersiapkan diri, memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan membangun karakter.

Sebab, masa depan bukan hanya milik mereka yang memiliki gelar, tetapi juga milik mereka yang terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan siap menghadapi setiap tantangan dengan kompetensi dan integritas.